Aksi Hijau Sinergi Konservasi dan Edukasi di Lahan Pemakaman: Gerakan Satu Juta Bibit Matoa sebagai Model Rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau di TPU Muslim Simalingkar B, Medan pada Hari Bumi Ke-55
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3788Kata Kunci:
Hari Bumi, Rehabilitasi, MatoaAbstrak
Hari Bumi ke-55 tahun ini diperingati dengan "Gerakan Penanaman 1 Juta Bibit Matoa" sebagai wujud tanggung jawab kolektif dalam merawat kelestarian bumi dan merespons krisis iklim serta kerusakan alam. Kegiatan ini merupakan sinergi konservasi dan edukasi, khususnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Simalingkar B, Medan, sebagai model rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH). TPU Muslim Simalingkar B dipilih karena ketersediaan lahan terbuka yang luas namun masih tandus, menyebabkan suhu tinggi, degradasi tanah, dan menurunnya fungsi ekologis. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, melibatkan berbagai mitra seperti pemerintah daerah (Kementerian Agama Kota Medan, Pemerintah Kota Medan, BPDASHL Asahan), komunitas (Fosil BKMI Kota Medan, Perwaku, Fordas Wampu Ular), perguruan tinggi (Universitas Amir Hamzah, Universitas Tjut Nyak Dhien), dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pelatihan, penanaman, pemeliharaan dan monitoring, serta edukasi berkelanjutan. Hasil utama kegiatan ini mencakup penanaman 1.000 bibit matoa di TPU Muslim Simalingkar B, terbentuknya area percontohan penghijauan TPU, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, mahasiswa, dan mitra dalam teknik penanaman dan pemeliharaan pohon matoa. Dampaknya termasuk peningkatan fungsi ekologis lahan pasif, implementasi keilmuan Program Studi Agroteknologi, peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta terjalinnya kolaborasi lintas sektor. Keberhasilan kegiatan dinilai dari partisipasi masyarakat dan kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, merupakan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
Unduhan
Referensi
F. Fitria, H. Fikra, and W. Darmalaksana, ‘Sosialisasi Gerakan Menanam 1 Juta Pohon Matoa di Indonesia’, presented at the SCOPE - Sustainability Conference on People and Environment, Gunung Djati Conference Series, 2025. Accessed: May 07, 2025. [Online]. Available: https://conferences.uinsgd.ac.id/gdcs
A. Ramadhani, Vauzia, and E. Sulastri, ‘Inventarisasi jenis tanaman hutan yang dibudidayakan di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat’, SEMNASBIO 2024, 2024.
C. M. Thaib, M. Suryani, and Suharyanisa, ‘Sosialisasi penanaman pohon matoa aliran sungai di Desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat’, PKMSISTHANA, vol. 4, no. 1, pp. 37–41, Jul. 2022, doi: 10.55606/pkmsisthana.v4i1.95.
B. N. Sitanggang and N. Herlina, ‘Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Taman Hutan Kota Dan Taman Wilis Kota Batu’, Jurnal Produksi Tanaman, vol. 9, no. 5, pp. 333–340, 2021.
S. M. Talakua, ‘Pengaruh faktor penggunaan lahan terhadap degradasi lahan akibat erosi pada hutan primer dan kebun campuran di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Propinsi Maluku’, Agrologia, vol. 9, no. 2, Dec. 2020, doi: 10.30598/ajibt.v9i2.1164.
A. Syarafina, M. Fuady, and C. Nursaniah, ‘evaluasi fungsi ekologis ruang terbuka hijau dengan mengidentifikasi kerapatan vegetasi pada Taman Putroe Phang di Kota Banda Aceh’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan, vol. 6, no. 1, pp. 6–10, 2022.
R. F. Fadhilah, F. Rahmadhani, and Ramayana, ‘Analisis fungsi tanaman pada Hutan Kota Taman Beringin sebagai Ruang Terbuka Hijau di Kota Medan’, J-TESLINK, vol. 6, no. 1, pp. 220–225, Mar. 2024, doi: 10.52005/teslink.v6i1.358.
A. Qathrunnada, M. Fuady, and Safwan, ‘Evaluasi fungsi ekologis ruang terbuka hijau Taman Pusat Kota Banda Aceh (Studi Kasus Taman Bustanussalatin dan Blang Padang)’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan, vol. 5, no. 4, pp. 38–43, 2021.


