IMPLEMENTASI PROGRAM 'SEKOLAH CERIA': PSIKOEDUKASI KADER SEBAYA UNTUK MENCEGAH BULLYING DI SEKOLAH

Authors

  • Ratri Pratiwi Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Maryama Nihayah Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta; Yayasan Nawakamal Mitra Semesta
  • Jelang Hardika Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3527

Keywords:

bullying, kader sebaya, psikoedukasi, kesejahteraan psikologis, sekolah

Abstract

Bullying di sekolah merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa. Program "Sekolah Ceria" merupakan inisiatif psikoedukasi yang melibatkan kader sebaya dalam upaya pencegahan bullying di SMPN 3 Sentolo. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak perundungan dan cara merespon tindakan bullying di sekolah, serta keterampilan regulasi emosi. Metode implementasi program psikoedukasi dengan cara pemberian materi dan role-play berdasarkan asesmen lapangan. Kegiatan diikuti oleh 40 siswa kader sebaya dan 5 guru pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bullying serta peningkatan keterampilan intervensi dan dukungan sosial terhadap korban. Meskipun keterlibatan siswa dalam intervensi masih rendah, program ini berhasil membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif. Oleh karena itu, keterlibatan kader sebaya dalam pencegahan bullying dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa di sekolah. Dampak jangka Panjang program ini berpotensi menurunkan kasus bullying di sekolah, serta membentuk budaya sekolah yang inklusif dan peduli. Selain itu, program ini dapat memperkuat keterampilan social siswa, mempengaruhi kebijakan sekolah terkait pencegahan bullying.  Dengan demikian, keterlibatan kader sebaya dalam pencegahan bullying dapat menjadi strategi berkelanjutan dan efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan aman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

E. Andreou, C. Roussi?Vergou, E. Didaskalou, and G. Skrzypiec, “School bullying, subjective well?being, and resilience,” Psychol. Sch., vol. 57, no. 8, pp. 1193–1207, 2020, doi: 10.1002/pits.22409.

M. Syahruddin, F. Pongpalilu, S. Aisyah, and R. A. Maing, “The consequences of bullying?: analyzing its effects on student achievement and psychological well-being," vol. 19, no. 2, pp. 1065–1076, 2025.

A. R. Pratiwi, “Social adjustment in school in adolescents who have school bulying,” J. Basic Sci. Technol., vol. 9, no. 1, pp. 1–8, 2020.

Cindy Mutia Annur, “Ada 30 Kasus Bullying Sepanjang 2023, Mayoritas Terjadi di SMP,” databoks.katadata.co.id, Feb. 13, 2025. [Online]. Available: https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/c1f93aec967f9ff/ada-30-kasus-bullying-sepanjang-2023-mayoritas-terjadi-di-smp

Hoirunnisa, “JPPI: 2024, Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Melonjak Lebih dari 100 Persen,” kbr.id. Feb. 13, 2025. [Online]. Available: https://kbr.id/berita/nasional/jppi-2024-kekerasan-di-lingkungan-pendidikan-melonjak-lebih-dari-100-persen

M. Elaine, “KPAI Ungkap Sekitar 3.800 Kasus Perundungan Sepanjang 2023, Hampir Separuh Terjadi di Lembaga Pendidikan,” suarasurabaya.net, Feb. 13, 2025. [Online]. Available: https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2024/kpai-ungkap-sekitar-3-800-kasus-perundungan-sepanjang-2023-hampir-separuh-terjadi-di-lembaga-pendidikan/

C. N. Khaliza, B. Besral, I. Ariawan, and H. J. EL-Matury, “Efek bullying, kekerasan fisik, dan kekerasan seksual terhadap gejala depresi pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia: Analisis Data Global School-Based Student Health Survey Indonesia 2015,” J. Penelit. dan Pengemb. Kesehat. Masy. Indones., vol. 2, no. 2, pp. 98–106, 2021, doi: 10.15294/jppkmi.v2i2.53149.

V. I. Anggraini and E. H. Ansyah, “Hubungan antara kesehatan mental dengan prestasi akademik pada siswa SMPN 36 Surabaya selama pembelajaran daring di masa pandemi,” Web Sci. Int. Sci. Res. J., vol. 2, no. 3, pp. 1–8, 2023, doi: 10.47134/webofscientist.v2i3.1.

Sutarmi, “Balai Dikmen Kulon Progo minta SMA/SMK bentuk tim pencegahan kekerasan,” Antara Yogya. [Online]. Available: https://jogja.antaranews.com/berita/664173/balai-dikmen-kulon-progo-meminta-smasmk-bentuk-tim-pencegahan-kekerasan

I. Ajzen, “The theory of planned behavior,” Organ. Behav. Hum. Decis. Process., vol. 50, no. 2, pp. 179–211, 1991, doi: 10.1016/0749-5978(91)90020-t.

T. Boone, A. J. Reilly, and M. Sashkin, “Social Learning Theory Albert Bandura," Gr. & Organ. Stud., vol. 2, no. 3, pp. 384–385, 1977, doi: 10.1177/105960117700200317.

Y. Damayanti, I. Y. Kiling, F. Ratu, and M. P. Panis, “Psikoedukasi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental remaja di Kabupaten Kupang,” Indones. Berdaya, 2024, [Online]. Available: https://ukinstitute.org/journals/ib/article/view/884%0Ahttps://ukinstitute.org/journals/ib/article/download/884/760

N. Mahmudah, B. Nursiswanto, and D. H. Wibowo, “Peningkatan keterampilan sosial bagi siswa melalui kegiatan psikoedukasi,” J. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 1, pp. 24–34, 2022.

R. U. Irwanti and A. H. B. Haq, “Efektivitas psikoedukasi dalam peningkatan pengetahuan tentang bullying pada remaja,” J. Islam. Contemp. Psychol., vol. 3, no. 1s, pp. 214–220, 2023, doi: 10.25299/jicop.v3i1s.12362.

T. A. Putri and D. Rahayu, “Psikoedukasi tentang perilaku delikuen sebagai upaya menurunkan tingkat kenakalan remaja,” Plakat J. Pelayanan Kpd. Masy., vol. 4, no. 2, p. 267, 2022, doi: 10.30872/plakat.v4i2.8974.

D. Cahyani, “Psychoeducation of adolescent mental health at SMP P Malang City,” Al Misykat J. Islam. Psychol., vol. 1, no. 1, pp. 29–39, 2023, doi: 10.24269/almisykat.v1i1.5785.

L. R. Aulia, N. Kholisoh, V. Z. Rahma, D. Rostika, and R. Sudarmansyah, “Pentingnya pendidikan empati untuk mengurangi kasus bullying di sekolah dasar,” Morfol. J. Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, vol. 2, no. 1, pp. 71–79, 2024, doi: 10.61132/morfologi.v2i1.291.

B. Kwan and D. J. Rickwood, “A systematic review of mental health outcome measures for young people aged 12 to 25 years,” BMC Psychiatry, vol. 15, no. 1, 2015, doi: 10.1186/s12888-015-0664-x.

A. A. Dori, “The role of psychological first aid ( PFA ) as a school-based intervention program to support well-being in schools,” Pros. Semin. Psikol. Pendidik. Ke-1, vol. 1, pp. 18–26, 2024.

D. Wasserman et al., “School-based suicide prevention programmes: the SEYLE cluster-randomised, controlled trial,” Lancet, vol. 385, no. 9977, pp. 1536–1544, Apr. 2015, doi: 10.1016/S0140-6736(14)61213-7.

C. H. Brown, P. A. Wyman, J. Guo, and J. Peña, “Dynamic wait-listed designs for randomized trials: new designs for prevention of youth suicide,” Clin. Trials, vol. 3, no. 3, pp. 259–271, 2006, doi: 10.1191/1740774506cn152oa.

P. L. Brymer M., Taylor M., Escudero P., Jacobs A., Kronenberg M., Macy R., Mock L. and & V. J. Pynoos R., Psychological first aid for schools: Field operations guide, 2nd Edition. Los Angeles: National Child Traumatic Stress Network, 2012.

M. Aryuni, “Strategi pencegahan bullying melalui program "Sekolah Care” bagi fasilitator sebaya,” Asian J. Environ. Hist. Herit., vol. 1, no. 1, pp. 211–222, 2017, [Online]. Available: http://spaj.ukm.my/ajehh/index.php/ajehh/issue/view/1

N. Mulyana, R. Resnawaty, and G. K Basar, “Peningkatan kapasitas teman sebaya dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah,” Pengabdi. Kpd. Masy., pp. 1–5, 2018, [Online]. Available: http://journal.unpad.ac.id/pkm/article/view/19791

Published

2026-03-17

How to Cite

Pratiwi, R., Nihayah, M. ., & Hardika, J. (2026). IMPLEMENTASI PROGRAM ’SEKOLAH CERIA’: PSIKOEDUKASI KADER SEBAYA UNTUK MENCEGAH BULLYING DI SEKOLAH. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(1), 193-202. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3527