Pengembangan Integrated Farming Berbasis Ekonomi Sirkular melalui Budidaya Kelinci dan Pemanfaatan Limbah Ternak pada Kelompok Tani GATOS

Penulis

  • Lutfi Zulkifli Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Budi Yoko Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Malinda Aptika Rachmah Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.5535

Kata Kunci:

Ekonomi Sirkular, Integrated Farming, Kelinci, Padi Organik

Abstrak

Pertanian terintegrasi berbasis ekonomi sirkular berpotensi memperkuat keberlanjutan pertanian organik melalui pemanfaatan hasil samping ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 20 anggota Kelompok Tani GATOS (Gabungan Petani Organik Sumpiuh) dalam budidaya kelinci serta pemanfaatan kotoran dan urine kelinci menjadi pupuk organik untuk mendukung budidaya padi organik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi pemahaman peserta diukur menggunakan instrumen kuesioner terstruktur pre-test dan post-test yang mencakup indikator utama materi pelatihan pada skala 0–100. Data skor kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menghitung rerata nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata skor pemahaman peserta sebesar 67,5%. Kenaikan ini membuktikan bahwa pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan dan kapasitas teknis petani dalam manajemen ternak kelinci dan pengolahan limbahnya menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Integrasi ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian input pupuk dan mengenalkan pola pertanian terintegrasi di tingkat kelompok tani.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

E. Fitria et al., Pertanian Berkelanjutan. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah, 2024.

Sunendar, Budiyoko, D. Berliana, and Afandri, “The circular economy approach towards integrated and intensive rabbit farming,” IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., vol. 1441, no. 1, p. 012027, Jan. 2025, doi: 10.1088/1755-1315/1441/1/012027.

Budiyoko Budiyoko et al., “Implementasi Konsep Ekonomi Sirkular Di Masyarakat Sekitar Hutan Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Baku Kotoran Ternak,” sejahtera, vol. 3, no. 1, pp. 102–109, Dec. 2023, doi: 10.58192/sejahtera.v3i1.1668.

Ellen MacArthur Foundation, “Circular economy introduction.” [Online]. Available: https://www.ellenmacarthurfoundation.org/topics/circular-economy-introduction/overview#:~:text=It%20is%20based%20on%20three,%2C%20people%2C%20and%20the%20environment%20diakses%209%20September%202025.

A. P. Seta, T. Endaryanto, Firdasari, and R. Sari, “Praktik Ekonomi Sirkular dan Manfaatnya bagi Kehidupan Sosial Ekonomi Petani: Studi Kasus pada Komditas Tebu, Jagung, dan Karet di Kabupaten Lampung Tengah,” Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, vol. 21, no. 3, 2025.

T. Selvan et al., “Circular economy in agriculture: unleashing the potential of integrated organic farming for food security and sustainable development,” Front. Sustain. Food Syst., vol. 7, p. 1170380, Jul. 2023, doi: 10.3389/fsufs.2023.1170380.

M. Taifouris and M. Martin, “Toward a Circular Economy Approach for Integrated Intensive Livestock and Cropping Systems,” ACS Sustainable Chem. Eng., vol. 9, no. 40, pp. 13471–13479, Oct. 2021, doi: 10.1021/acssuschemeng.1c04014.

L. Kalita and B. Gogoi, “Towards a Circular Economy: Achieving Zero Waste Through Integrated Farming System (IFS),” in Sustainable Waste Management, A. Mandpe, S. Paliya, and M. P. Shah, Eds., in Advances in Science, Technology & Innovation. , Cham: Springer Nature Switzerland, 2025, pp. 199–210. doi: 10.1007/978-3-031-85685-3_13.

B. Budiyoko and F. Furqon, “Circular Economy Breakthrough: Converting Used Cooking Oil Into Sustainable Biodiesel,” JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan, vol. 18, no. 1, 2025, doi: https://doi.org/10.15294/jejak.v18i1.14724.

I. A. Abbasi, A. Shamim, M. K. Shad, H. Ashari, and I. Yusuf, “Circular economy-based integrated farming system for indigenous chicken: Fostering food security and sustainability,” Journal of Cleaner Production, vol. 436, p. 140368, Jan. 2024, doi: 10.1016/j.jclepro.2023.140368.

A. M. Shah et al., “The Vital Roles of Agricultural Crop Residues and Agro-Industrial By-Products to Support Sustainable Livestock Productivity in Subtropical Regions,” Animals, vol. 15, no. 8, p. 1184, Apr. 2025, doi: 10.3390/ani15081184.

S. Oyedeji, N. Patel, R. Krishnamurthy, and P. O. Fatoba, “Agricultural Wastes to Value-Added Products: Economic and Environmental Perspectives for Waste Conversion,” in Biowaste to Value-added Products, vol. 191, T. Bayer and M. Kircher, Eds., in Advances in Biochemical Engineering/Biotechnology, vol. 191. , Cham: Springer Nature Switzerland, 2024, pp. 215–248. doi: 10.1007/10_2024_274.

R. J. Zendrato, Putra Hidayat Telaumbanua, Helmin Parida Zebua, Ridho Victory Nazara, and Marni Putri Gea, “The Implementation Of Organic Farming In Realizing Sustainable Agriculture,” JSA, vol. 3, no. 1, pp. 52–66, May 2024, doi: 10.57094/jsa.v3i1.1807.

S. Sujianto, E. Ariningsih, A. Ashari, S. Wulandari, A. Wahyudi, and E. Gunawan, “Investigating the financial challenges and opportunities of organic rice farming: an empirical long-term analysis of smallholder farmers,” Org. Agr., vol. 14, no. 2, pp. 245–261, Jun. 2024, doi: 10.1007/s13165-024-00461-w.

B. Budiyoko, S. Sukmaya, and L. Zulkifli, “Peningkatan Kapasitas Petani Sekitar Hutan Melalui Pelatihan Budidaya Kelinci,” Dharma Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 38–44, 2025.

A. F. Fauzy, H. Muliaramadhan, B. Yoko, and L. Zulkifli, “Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Mengimplementasikan Konsep Ekonomi Sirkular Melalui Pemanfaatan Kotoran Kelinci,” Jurnal Abditani, vol. 8, no. 1, pp. 49–56, 2025, doi: https://doi.org/10.31970/abditani.v8i1.336.

M. Rachmah, B. Budiyoko, L. Zulkifli, and S. Sunendar, “Enhancing Food Security Through Education On Animal Protein In Karangjengkol Village Purbalingga District,” -, vol. 9, no. 1, pp. 001–009, Mar. 2025, doi: 10.20473/jlm.v9i1.2025.001-009.

A. T. Ash-shiddiqi, Pangky Suwito, Malinda Aptika Rachmah, and Sunendar, “Diversification Of Livelihood Sources Of The Southern Slope Of Mount Slamet Community Through Rabbit Cultivation: Diversifikasi Sumber Nafkah Masyarakat Lereng Selatan Gunung Slamet Melalui Edukasi Budidaya Kelinci,” DC, vol. 6, no. 2, pp. 120–126, Dec. 2024, doi: 10.20473/dc.V6.I2.2024.120-126.

A. A. M. Wirajaya, M. S. Yuliartini, and I. D. N. Sudita, “PKM Pemanfaatan Kotoran Kelinci Pada Kelompok Tani Ternak Di Kawasan Wisata Desa Pancasari-Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali,” Wicaksana: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, vol. 4, no. 2, 2020, doi: https://doi.org/10.22225/wicaksana.4.2.2020.7-20.

M. Kartika, N. Khoiri, N. A. Sibuea, and F. Rozi, “Learning By Doing, Training And Life Skills,” Mudabbir, vol. 1, no. 2, pp. 91–103, Aug. 2023, doi: 10.56832/mudabbir.v1i2.80.

A. Zunaidi, Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat Pendekatan Praktis Untuk Memberdayakan Komunitas. Yogyakarta, Indonesia: Yayasan Putra Adi Dharma, 2024.

N. Nurhidayati and A. Basit, “Pemanfaatan Limbah Ternak Kelinci untuk Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), vol. 6, no. 4, Dec. 2020, doi: 10.22146/jpkm.53322.

P. N. Mutai and J. O. Ondiek, “Assessing the Role of Rabbits in Circular Food Systems: A Review,” Jan. 2025, doi: 10.5281/ZENODO.14769170.

M. J. Adegbeye, A. Z. M. Salem, P. R. K. Reddy, M. M. M. Elghandour, and K. J. Oyebamiji, “Waste Recycling for the Eco-friendly Input Use Efficiency in Agriculture and Livestock Feeding,” in Resources Use Efficiency in Agriculture, S. Kumar, R. S. Meena, and M. K. Jhariya, Eds., Singapore: Springer Singapore, 2020, pp. 1–45. doi: 10.1007/978-981-15-6953-1_1.

A. Sadeghpour and R. K. Afshar, “Livestock manure: From waste to resource in a circular economy,” Journal of Agriculture and Food Research, vol. 17, p. 101255, Sep. 2024, doi: 10.1016/j.jafr.2024.101255.

H. Hindersah, Atih Rohaeti Dariah, A. Harits Nu’man, Rose Fatmadewi, Neng Dewi Himayasari, and Nadya Safitri, “Pengembangan Ruang Budi Daya Peternakan Kelinci di Desa Margamukti Sumedang Untuk Mendukung Perekonomian Desa Berkelanjutan,” BCSES, vol. 4, no. 2, pp. 551–560, Mar. 2024, doi: 10.29313/bcses.v4i2.12560.

S. Bahar, B. Bakrie, U. Sente, D. Andayani, and B. Lotulung, “Potensi Dan Peluang Pengembangan Ternak Kelinci Di Wilayah Perkotaan DKI Jakarta,” Buletin Pertanian Perkotaan, vol. 4, no. 2, 2014.

R. Masanto and A. Agus, Beternak Kelinci Potong. PT Niaga Swadaya, 2010.

S. Fredriksz, L. Joris, and F. Lamhari, “Analisis Perbedaan Lantai Kandang Dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Kelinci Sapihan,” MJST, vol. 3, no. 3, pp. 209–216, Jun. 2026, doi: 10.69840/marsegu/3.3.2026.209-216.

H. Widijanto, D. Omar Danendra, A. Violeta Putri, and D. Apriani, “Pelatihan Pengolahan Feses Dan Urine Sapi Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian,” inisiasi, pp. 215–229, Dec. 2024, doi: 10.59344/inisiasi.v13i2.243.

R. Parmawati et al., Circular Economy di Sektor Pertanian. Malang: UB Press, 2024.

T. Setiyowati, A. Fatchiya, and S. Amanah, “Pengaruh Karakteristik Petani terhadap Pengetahuan Inovasi Budidaya Cengkeh di Kabupaten Halmahera Timur,” Jupe, vol. 18, no. 02, pp. 208–218, Jun. 2022, doi: 10.25015/18202239038.

R. Virianita, T. Soedewo, S. Amanah, and A. Fatchiya, “Farmers’ Perception to Government Support in Implementing Sustainable Agriculture System,” JIPI, vol. 24, no. 2, pp. 168–177, Apr. 2019, doi: 10.18343/jipi.24.2.168.

F. D. A. Rahmah, M. Z. Arifin, and K. Anam, “Proses Adopsi Inovasi Pupuk Organik Cair Mikro Organisme Lokal (Mol) di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember,” Jurnal Agrica, vol. 12, no. 1, 2019, doi: 10.31289/agrica.v12i1.2016.g1860.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-09-12

Cara Mengutip

Zulkifli, L. ., Yoko, B., & Aptika Rachmah, M. . (2026). Pengembangan Integrated Farming Berbasis Ekonomi Sirkular melalui Budidaya Kelinci dan Pemanfaatan Limbah Ternak pada Kelompok Tani GATOS. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(4), 1086-1095. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.5535