Upaya Pencegahan Penyakit Sindrom Metabolik Sejak Remaja
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jpmi.612Kata Kunci:
Edukasi, Remaja, Sindrom MetabolikAbstrak
Masa remaja merupakan fase kritis dimana terjadi beberapa perubahan, seperti perubahan fisik, perkembangan otak, maturasi organ seksual, dan perkembangan psikososial yang mempengaruhi perilaku terkait kesehatan. Remaja rentan mengalami permasalahan kesehatan, terutama pada penyakit sindrom metabolik. Hal ini juga didukung apabila gaya hidup masa remaja tidak diperhatikan terutama di masa pandemi seperti sekarang ini, dimana makan yang tidak terkontrol dan jarang melakukan aktivitas fisik sehingga penyakit sindrom metabolik ini semakin rentan terjadi pada usia remaja. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai sindrom metabolik pada 30 siswa siswi kelas IX SMP 264 Jakarat berupa pemberian materi mengenai bagaimana mencegah sindrom metabolik dengan menerapkan pola makan yang sehat, dan aktivitas fisik yang teratur, agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dilakukan pula pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan lingkar pinggang untuk melihat gambaran kesehatan siswa-siswi SMPN 264 Jakarta. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan 5 orang siswa memiliki tekanan darah ?130/85 mmHg. Pemberian Edukasi pada 30 siswa siswi kelas IX SMPN 264 Jakarta mengenai bagaimana mencegah sindrom metabolik dengan menerapkan pola makan yang sehat, dan aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk terus dilakukan sehingga remaja memiliki pengetahuan tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah sindrom metabolik.
Unduhan
Referensi
F. F. Dieny, N. Widyastuti, and D. Y. Fitranti, “Sindrom metabolik pada remaja obes: prevalensi dan hubungannya dengan kualitas diet,” J. Gizi Klin. Indones., vol. 12, no. 1, p. 1, 2015, doi: 10.22146/ijcn.22830.
S. N. Magge et al., “The metabolic syndrome in children and adolescents: Shifting the focus to cardiometabolic risk factor clustering,” Pediatrics, vol. 140, no. 2, 2017, doi: 10.1542/peds.2017-1603.
Kementerian Kesehatan RI, “Infodatin Reproduksi Remaja-Ed.Pdf,” Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja, no. Remaja. pp. 1–8, 2017.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, “Riset Kesehatan Dasar 2018,” Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. p. 198, 2018, [Online]. Available: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf.
E. Çelebi, C. Gündo?du, and A. K?z?lkaya, “Determination of Healthy Lifestyle Behaviors of High School Students,” Univers. J. Educ. Res., vol. 5, no. 8, pp. 1279–1287, 2017, doi: 10.13189/ujer.2017.050801.
Kadita et al., “Hubungan Antara Durasi Penggunaan Alat Elektronik (Gadget), Aktivitas Fisik Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Usia 13-15 Tahun,” J. Nutr. Coll., vol. 8, no. 2, pp. 73–80, 2019.
Kemenkes.RI, “Pusdatin Hipertensi,” Infodatin, no. Hipertensi, pp. 1–7, 2014, doi: 10.1177/109019817400200403.
J. D. Saseen and E. J. Maclaughlin, “Hypertension,” in Pharmacotherapy A Patophysiologic Approach, 11th ed., J. T. DiPiro, R. R. Talbert, G. C. Yee, G. R. Matzke, and B. G. Wells, Eds. The McGraw-Hill Companies, 2011, p. 104.
A. S. Bokhari, M. M. Alshaya, and M. M. O. Badghaish, “Metabolic Syndrome?: Pathophysiology and Treatment,” Egypt. J. Hosp. Med., vol. 70, no. 8, pp. 1388–1392, 2018, doi: 10.12816/0044654.
G. C. Moreira, J. P. Cipullo, L. A. S. Ciorlia, C. B. Cesarino, and J. F. Vilela-Martin, “Prevalence of metabolic syndrome: Association with risk factors and cardiovascular complications in an urban population,” PLoS One, vol. 9, no. 9, 2014, doi: 10.1371/journal.pone.0105056.