Program One Day One Egg sebagai Upaya Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang

Penulis

  • Reyhan Muhammad Farras Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas YARSI
  • Yusnita Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas YARSI

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.645

Kata Kunci:

Balita, Kabupaten Pandeglang, Pemberian Makanan Tambahan, Stunting, Telur

Abstrak

Kabupaten Pandeglang memiliki prevalensi stunting yang tinggi mencapai 38,5% dengan jumlah balita stunting sekitar 8.303. Perhatian khusus diperlukan pada kasus stunting pada anak di bawah lima tahun karena berpotensi menghambat perkembangan fisik, mental dan kognitif anak. Penanganan stunting diprioritaskan terhadap Ibu hamil dan anak berusia 0 hingga 2 tahun dengan melakukan intervensi gizi yang spesifik dan sensitif. Intervensi gizi spesifik dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan secara khusus dengan sasaran anak 1000 hari pertama kehidupan. Stunting dapat disebabkan karena terjadinya defisit protein, dimana protein sebagai sumber asam amino yang dibutuhkan tubuh dalam membentuk matriks tulang. Program intervensi gizi spesifik yang telah berjalan di Indonesia adalah dengan pemberian telur di posyandu. Telur merupakan produk pangan hewan yang kaya akan protein, murah dan mudah didapat. Kegiatan ini bertujuan menurunkan prealensi stunting di Kabupaten Pandeglang memberikan telur setiap hari selama 6 bulan kepada balita stunting di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Pandeglang mulai September 2020 hingga Februari 2021. Hasil dari yang diperoleh program ini adalah terjadi penurunan persentase stunting balita sebesar 11,5%.  Berdasarkan hasil evaluasi dari program ini, dapat disimpulkan bahwa telur dapat menjadi pilihan makanan tambahan yang tepat untuk balita stunting.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

W. Z .A. Mikhail, et al., “Effect of Nutritional Status on Growth Pattern of Stunted Preschool Children in Egypt”, Academic Journal of Nutrition, vol. 2, no. 1, pp. 1-95, 2013.

Badan Pusat Statistik, Laporan Pelaksanaan Integrasi SUSENAS Maret 2019 dan SSGBI Tahun 2019. Jakarta : Badan Pusat Statistics, 2019.

S. Sardjoko, “Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting, Capaian dan Pelaksanaannya”, pada Rapat Koordinasi Teknis Membangun Dan Memperkuat Komitmen Dalam Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting), Jakarta. 21 Oktober 2020

World Health Organization, Reducing Stunting in Children: Equity Considerations for Achieving The Global Nutrition Targets 2025. Geneva : WHO Library Cataloguing-in-Publication Data, 2018.

H. Harahap and M. Soekatri, "Kepadatan Tulang, Aktivitas Fisik dan Konsumsi Makanan Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6–12 Tahun", Gizi Indonesia, vol. 38, no.1, pp. 1-8, 2018.

L. Bolton, Animal sourced foods (ASF), Evidence on Stunting and Programmes To Increase Consumption. Brighton: Institute of Development Studies.

Y. Kaimila, et al., "Consumption of Animal-Source Protein is Associated with Improved Height-for-Age Z Scores in Rural Malawian Children Aged 12–36 Months", Vutrients, vol. 11, pp. 480, 2019.

T. Sudargo and H. F. L. Muhammad, "The Effect of Additional Egg Supplementation on Vitamin and Mineral Fortification Programs on Growth, Cognitive Development and Hemoglobin in Indonesian Underweight and Stunting Children", Journal of Nutrition & Food Science, vol. 48, no. 5, pp. 744-754, 2018.

J. M. Miranda, et al., “Egg and Egg-Derived Foods”, Journal of Nutrients, vol. 7, no. 1, pp. 706-729, 2015.

J. I. Bauma, J. D. Miller and B. L. Gainesa, “The Effect of Egg Supplementation on Growth Parameters in children Participating in a School Feeding Program in Rural Uganda: A Pilot Study”, Food and Nutrition Research, vol. 61, 2017.

C. R. Sudfeld, et al., “Linear Growth and Child Development in Low and Middle Income Countries: a Meta Analysis”, Pediatrics, vol. 135, pp. e1266-e1275, 2015.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-08-19

Cara Mengutip

Farras, R. M., & Yusnita, Y. (2022). Program One Day One Egg sebagai Upaya Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(4), 389-395. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.645