Pojok Herbal Digital sebagai Inovasi Smart Village dalam Mendorong Pembangunan Masyarakat

Penulis

  • Erfina Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Jamaluddin Ahmad Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Muhammad Rais Rahmat Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Muhammad Ikbal Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Harianti Hamid Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Sunandar Said Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Ika Fitria Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Trisnawaty AR Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Andi Riska Andreani Syafaruddin Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Damayanti Trisnasari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Ahmad Mustanir Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
  • M. Nurdin Kasau Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.5398

Kata Kunci:

Inovasi Publik, Pemberdayaan Masyarakat, Smart Village, Transformasi Digital

Abstrak

Implementasi Smart Village pada umumnya masih berfokus pada digitalisasi pelayanan pemerintahan, sementara pemanfaatan teknologi digital untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai strategi pemberdayaan masyarakat masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pojok Herbal Digital sebagai inovasi berbasis Smart Village dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di Desa Lasiwala, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman herbal tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman obat keluarga (TOGA), tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang berpotensi mendukung pengembangan ekonomi lokal. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menunjukkan bahwa implementasi Smart Village dapat diwujudkan melalui digitalisasi potensi lokal (community-driven digital innovation), yaitu pendekatan yang mengintegrasikan aset lokal, inovasi digital, dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan nilai publik (public value) serta mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Y. Lintang, C. Andrian, And M. Besa, “The Dynamics Of E-Government-Based Administrative Public Services,” Vol. 06, No. 01, Pp. 48–59, 2025.

S. Stojanova Et Al., “Smart Villages Policies?: Past , Present And Future,” Pp. 1–28, 2021.

F. T. Salmoria, L. Gondim, And D. A. Guimarães, Public Value In The Perception Of Citizens From The Perspective Of Smart Cities, Vol. 18, No. 4. 2021.

A. Putri, D. Rahayu, And E. Dwisnu, “Program Desa Cerdas?: Tantangan Implementasi Di Era Digitalisasi Smart Village Program?: Challenges Of Implementation In,” Vol. 10, No. April, Pp. 41–54, 2024.

P. Gerli, J. Navio Marco, And J. Whalley, “What Makes A Smart Village Smart? A Review Of The Literature,” Transform. Gov. People, Process Policy, Vol. 16, No. 3, Pp. 292–304, 2022, Doi: Https://Doi.Org/10.1108/Tg-07-2021-0126.

A. Junaidi Et Al., “Smart Villages?: A Systematic Review Of Trends , Models , And Metrics,” Cogent Soc. Sci., Vol. 11, No. 1, P., 2025, Doi: 10.1080/23311886.2025.2492833.

A. Roziqin, “Community Empowerment Based On Local Potential,” Vol. 20, No. 1, Pp. 299–316, 2022.

A. Suryani, C. Utomo, And I. S. Ahmad, “Strengthening Community-Based Entrepreneurship?: The Significance Of Community Capacity Building And Enabling Ecosystem,” Pp. 1–12, 2022.

K. Bokun And J. Nazarko, “Smart Villages Concept — A Bibliometric Analysis And State-Of-The-Art Literature Review,” Prog. Plann., Vol. 175, P. 100765, 2023, Doi: Https://Doi.Org/10.1016/J.Progress.2023.100765.

L. Mursyidah, H. Sukmana, I. Rodiyah, A. Riyadh, And U. Balahmar, “Digitalization Of Village Services In The Vuca Era?: A Systematic Literature Review Digitalisasi Pelayanan Desa Di Era Vuca?: Tinjauan Literatur Sistematis,” Vol. 14, No. 1, Pp. 106–114, 2026, Doi: 10.21070/Jkmp.V14i1.2084.

G. Warner, E. Kervin, B. Pesut, R. Urquhart, W. Duggleby, And T. Hill, “How Do Inner And Outer Settings Affect Implementation Of A Community-Based Innovation For Older Adults With A Serious Illness?: A Qualitative Study,” Vol. 6, Pp. 1–13, 2021.

L. Rogers, A. De Brún, S. A. Birken, C. Davies, And E. Mcauliffe, “Context Counts: A Qualitative Study Exploring The Interplay Between Context And Implementation Success,” J. Health Organ. Manag., Vol. 35, No. 7, Pp. 802–824, 2021, Doi: Https://Doi.Org/10.1108/Jhom-07-2020-0296.

V. Braun And V. Clarke, “To Saturate Or Not To Saturate? Questioning Data Saturation As A Useful Concept For Thematic Analysis And Sample-Size Rationales,” Qual. Res. Sport. Exerc. Heal., Vol. 13, No. 2, Pp. 201–216, Mar. 2021, Doi: 10.1080/2159676x.2019.1704846.

P. Aspers And U. Corte, “What Is Qualitative In Research,” Qual. Sociol., Pp. 599–608, 2021, Doi: 10.1007/S11133-021-09497-W.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-09-04

Cara Mengutip

Erfina, E., Ahmad, J., Rahmat, M. R., Ikbal, M., Hamid, H., Said, S., Fitria, I., AR, T., Syafaruddin, A. R. A., Trisnasari, D., Mustanir, A., & Kasau, M. N. (2026). Pojok Herbal Digital sebagai Inovasi Smart Village dalam Mendorong Pembangunan Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(4), 1063-1070. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.5398