Peningkatan Peran Apoteker Melalui Pelatihan Dalam Pengelolaan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kota Palembang

Penulis

  • Yopi Rikmasari Departemen Farmasi Klinis & SBA, Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi, Palembang, Indonesia
  • Noprizon Departemen Farmakologi, Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4014

Kata Kunci:

Adaptasi Iklim, Hortikultura, Ketahanan Pangan, Limbah Gabah, EM4

Abstrak

Latar Belakang: Apoteker di puskesmas berperan penting dalam peningkatan pencapaian luaran klinis pasien hipertensi. Kegiatan pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan apoteker dalam upaya optimalisasi pencapaian target tekanan darah pasien hipertensi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan apoteker tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri untuk memberikan pelayanan farmasi klinis pada pasien hipertensi di puskesmas. Metode: Pelatihan menggunakan teknik pemaparan, diskusi dan simulasi menggunakan media modul pelatihan. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan apoteker terhadap penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri. Hasil: Sebanyak 31 orang apoteker mengikuti pelatihan ini. Skor rata – rata pre-test tingkat pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi sebesar 10,42±1,96 dan post-test 13,19±1,05 dengan hasil uji wilcoxon signed-Rank Test p=0,000 sedangkan skor rata – rata pre-test efikasi diri sebesar 32,68±4,05 dan pos-test 45,39±3,08 dengan hasil uji wilcoxon signed-Rank Test p=0,000. Pada akhir pelatihan sebanyak 93,50% peserta memiliki tingkat pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi tinggi dan 6,5% cukup serta 90,30% memiliki efikasi diri baik dan 9,7% buruk. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kegiatan pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan apoteker tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri untuk melaksanakan pelayanan farmasi klinis Pengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan efektif untuk mencapai tujuannya dan diharapkan dapat meningkatkan peran apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian. Monitoring jangka panjang diperlukan untuk memastikan dampak pelatihan ini terhadap optimalisasi pencapaian target tekanan darah pada pasien hipertensi di puskesmas.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Kemenkes, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta?: Departemen Kesehatan RI,” dapartemen kesehatan RI. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 2016.

Y. Rikmasari and P. Romadhon, “Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menggunakan obat pasien antihipertensi di puskesmas pembina palembang,” J. Ilm. Bakti Farm., vol. IV, no. 2, pp. 35–42, 2019.

W. Y. Rianditama, “Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Pemilihan Obat ddebfab Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Alang - Alang Lebar Palembang,” Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Farmasi Palembang, 2021.

H. Nadia, “Persistensi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Multiwahana Palembang,” Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang, 2021.

Y. Rikmasari, T. M. Andayani, S. A. Kristina, and D. Endarti, “Urban-Rural Difference in Adherence Treatment of Hypertensive Patients In South Sumatra Indonesia,” BIO Web Conf., vol. 75, no. 05021, pp. 1–9, 2023, doi: 10.1051/bioconf/20237505021.

PERKI, Pedoman Tatalaksana Hipertensi Pada Penyakit Kardiovaskular, 1st ed. Jakarta: Indonesian Heart Association, 2015.

E. Gakidou et al., “Global, regional, and national comparative risk assessment of 84 behavioural, environmental and occupational, and metabolic risks or clusters of risks, 1990-2016: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016,” Lancet, vol. 390, no. 10100, pp. 1345–1422, 2017, doi: 10.1016/S0140-6736(17)32366-8.

C. Y. Hsu, C. E. McCulloch, J. Darbinian, A. S. Go, and C. Iribarren, “Elevated blood pressure and risk of end-stage renal disease in subjects without baseline kidney disease,” Arch. Intern. Med., vol. 165, no. 8, pp. 923–928, 2005, doi: 10.1001/archinte.165.8.923.

M. Burnier and B. M. Egan, “Adherence in Hypertension: A Review of Prevalence, Risk Factors, Impact, and Management,” Circ. Res., vol. 124, no. 7, pp. 1124–1140, 2019, doi: 10.1161/CIRCRESAHA.118.313220.

L. Reeves, K. Robinson, T. McClelland, C. A. Adedoyin, A. Broeseker, and G. Adunlin, “Pharmacist Interventions in the Management of Blood Pressure Control and Adherence to Antihypertensive Medications: A Systematic Review of Randomized Controlled Trials,” J. Pharm. Pract., vol. 20, no. 10, pp. 1–13, 2020, doi: 10.1177/0897190020903573.

Kemenkes, Pedoman Pelayanan Kefarmasian Pada Hipertensi. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, 2019.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta, 2010.

A. Prastiyo and A. K. Hati, “Pelatihan Digitalisasi Farmasi Ikatan Apoteker Indonesia (Iai) Pc Kota Salatiga,” Abdi Makarti, vol. 3, no. 2, pp. 111–121, 2024, [Online]. Available: http://jurnal.stieama.ac.id/index.php/abdimakarti/article/view/722.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Rikmasari, Y., & Noprizon, N. (2026). Peningkatan Peran Apoteker Melalui Pelatihan Dalam Pengelolaan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kota Palembang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(2), 438-445. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4014